Friday, November 8, 2024

Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Langsa Timur, Kota Langsa

 






Pendahuluan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular, khususnya pada anak balita. Penyakit ini dapat menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah, yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi pneumonia. Di Indonesia, ISPA masih menjadi masalah kesehatan serius dengan angka prevalensi yang cukup tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Langsa Timur.


Latar Belakang
Salah satu faktor pemicu terjadinya ISPA pada balita adalah paparan asap rokok dari lingkungan sekitar, khususnya jika anggota keluarga memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah. Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya seperti tar dan nikotin yang bisa mencemari udara dalam ruangan dan membahayakan perokok pasif, termasuk balita.


Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Langsa Timur, Kota Langsa.


Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 94 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α ≤ 0,05).


Hasil Penelitian
Dari 94 responden, ditemukan bahwa 67 balita yang terpapar asap rokok di rumah mengalami kejadian ISPA (98,5%), sedangkan hanya 8 balita yang tidak terpapar yang mengalami ISPA. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita (p-value = 0,00).


Pembahasan
Paparan asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko balita mengalami infeksi saluran pernapasan akut seperti bronkitis atau pneumonia. Asap rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh anak, terutama balita yang sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Untuk menjaga kesehatan anak-anak, penting bagi keluarga untuk menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok.


Kesimpulan
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok di rumah dengan kejadian ISPA pada balita. Upaya pencegahan melalui pembatasan kebiasaan merokok di dalam rumah sangat penting untuk menurunkan risiko ISPA pada balita.


29 comments:

  1. kenapa rokok masih di produksi ya kalo dampaknya seberbahaya itu

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. ayo mulai pola hidup sehat dengan #berhentimerokok

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Jalan satu² ny hindari kebiasaan merokok atau stop sama sekali....demi kesehatan anak² kita sendiri, keluarga juga kita sendiri...tetap semangat Ka Amel share informasi edukatif nya...

      Delete
  5. ternyata banyak banget yaa yang kena ISPA karena nge rokok

    ReplyDelete
  6. Kita lebih baik menjauh dari perokok atau tidak kita akan menjadi perokok pasif

    ReplyDelete
  7. sayangi dan lindungi keluarga kita dengan stop merokok🥰

    ReplyDelete
  8. Saya salah satu korban betapa merusaknya konsumsi tembakau berlebih

    ReplyDelete
  9. Good Job...
    Terima kasih informasinya ka Amelia..
    Ayo.. Stop Merokok yaa..
    Baik itu perokok aktif maupun perokok pasif pasti kena dampakny..
    Sayangi diri sendiri yaa...

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. thats it. cuma manusia egois yang masih merokok apalagi ga peduli sama asap rokoknya

      Delete
  11. ter edukasi karena blog ini, jadi harus waspada terkait orang yang meorok di lingkungan sekitar

    ReplyDelete

Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Langsa Timur, Kota Langsa

  Pendahuluan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular, khususn...